
Dalam dunia yang bergerak cepat dan penuh tantangan seperti dalam industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), menjaga keunggulan sangatlah penting untuk tetap bersaing. Perusahaan FMCG tidak hanya dihadapkan pada persaingan yang ketat, tetapi juga pada tuntutan konsumen yang semakin tinggi. Dengan teknologi yang terus berkembangnya menjadi kunci bagi perusahaan FMCG untuk menjawab tantangan yang kompleks dan memanfaatkan peluang yang ada.
Digitalisasi menjadi jawaban bagi perusahaan FMCG untuk mampu meningkatkan efisiensi operasional dan merespons secara cepat terhadap perubahan pasar. Dengan mengadaptasi teknologi baru ke dalam strategi bisnis, dimana perusahaan FMCG dapat memastikan keberhasilan dan kelangsungan usaha di lingkungan yang dinamis. Inovasi IoT menjadi solusi yang sangat diperlukan untuk mempertahankan relevansi dan daya saing perusahaan FMCG di pasar yang semakin kompetitif. Integrasi sensor pintar pada peralatan manufaktur memungkinkan pemantauan proses produksi secara real-time.
1. Smart Inventory Management
Integrasi IoT dengan sistem inventory management memungkinkan perusahaan FMCG untuk mengakses data inventaris secara real-time dan melakukan analisis terhadap ketersediaan barang. Sensor yang ditempatkan di fasilitas penyimpanan dan gudang secara terus-menerus mengirimkan data tentang tingkat inventaris secara real-time ke platform manajemen. Sistem ini memantau stok dengan lebih akurat dan mengambil keputusan yang tepat waktu berdasarkan informasi yang terbaru. Dengan demikian, perusahaan dapat menghindari kekurangan stok yang mengganggu produksi dan juga mengurangi risiko kelebihan stok yang dapat membebani keuangan perusahaan.
2. Supply Chain Traceability
Dengan bantuan IoT, pelacakan dan pemantauan produk sepanjang seluruh rantai pasokan menjadi lebih mudah dan akurat. Sensor yang ditempatkan di berbagai titik dalam rantai pasokan terus-menerus mengumpulkan data tentang pergerakan produk, yang kemudian dikirimkan melalui protokol internet ke platform manajemen. Sistem ini memberikan perusahaan FMCG visibilitas yang lebih baik atas seluruh rantai pasokan mereka, mulai dari pengiriman bahan baku hingga pengiriman produk jadi kepada konsumen. Dengan adanya teknologi ini, perusahaan dapat lebih responsif terhadap perubahan permintaan pasar, mengidentifikasi dan mengatasi masalah dengan cepat, serta meningkatkan transparansi dan keamanan produk.
3. Warehouse Automation
Dengan penerapan IoT, warehouse atau gudang dapat diatur secara lebih efisien, memungkinkan penelusuran produk secara akurat dan cepat sepanjang rantai pasok. Sensor-sensor yang terhubung ke platform manajemen melalui protokol internet memungkinkan pemantauan real-time terhadap stok, pengaturan otomatis inventaris, dan pelacakan produk yang lebih tepat. Studi kasus mengenai penggunaan warehouse automation dalam industri manufaktur FMCG telah menunjukkan dampak positifnya terhadap produktivitas. Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan layanan pelanggan secara keseluruhan.
4. Predictive Maintenance
Dengan pemasangan sensor yang mampu mengumpulkan data real-time tentang kondisi kesehatan mesin, potensi masalah dapat diprediksi sebelum menjadi kerusakan yang serius, memungkinkan tindakan perawatan preventif. Ini tidak hanya membantu mengurangi insiden kerusakan tak terduga, tetapi juga memperpanjang umur mesin, yang pada akhirnya mengoptimalkan total biaya kepemilikan. Perusahaan FMCG dapat mengambil tindakan pencegahan secara proaktif untuk mencegah kerusakan mesin dan downtime produksi yang tak terduga. Manfaat dari predictive maintenance tidak hanya dalam mengurangi biaya perbaikan yang tak terduga, tetapi juga dalam meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas keseluruhan.
5. Smart Shelf Technology
Teknologi ini memanfaatkan sensor yang tertanam pada rak-rak penyimpanan di gudang atau pusat distribusi perusahaan FMCG untuk melacak stok barang secara real-time dan menyediakan informasi yang akurat kepada manajemen atau pihak terkait. Dengan infrastruktur IoT, sensor-sensor ini terhubung ke platform manajemen melalui protokol internet, memungkinkan pengambilan data yang cepat dan pemantauan yang akurat. Sistem ini meningkatkan efisiensi pengelolaan gudang dan distribusi dengan memberikan visibilitas yang lebih baik atas stok dan memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih baik dalam hal manajemen persediaan.
Digitalisasi Teknologi pada Perusahaan FMCG memberikan manfaat dengan meningkatkan efisiensi operasional, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat waktu dan berbasis data, serta memastikan konsistensi dan efisiensi di seluruh rantai pasokan. Dengan otomatisasi proses produksi, manajemen stok, dan analisis data yang mendalam, perusahaan FMCG dapat meningkatkan produktivitas, merespons perubahan pasar dengan lebih cepat, dan mengoptimalkan setiap tahapan produksi dan distribusi untuk tetap kompetitif di pasar yang dinamis.
Datacakra
Penyedia Solusi Industri 4.0
datacakra.com
Sumber:
[1] Https://Medium.Com/@Thakrandisharth/The-Internet-Of-Things-Iot-Reshaping-Fmcg-Operations-01a70dfdbdce
[2] Souvik Paul, Atrayee Chatterjee, & Digbijay Guha. (2019). Study Of Smart Inventory Management System Based On The Internet Of Things (Iot). International Journal On Recent Trends In Business And Tourism (IJRTBT), 3(3), 27-34. Retrieved From. sttps://Ejournal.Lucp.Net/Index.Php/Ijrtbt/Article/View/749